Dedikasi Personel Polda Sumsel Jinakkan Karhutla di Pedalaman Cengal

Dedikasi Personel Polda Sumsel Jinakkan Karhutla di Pedalaman Cengal
Kabut asap pekat dan aroma gambut terbakar tidak menyurutkan langkah tim Dit Samapta Polda Sumatera Selatan. Tergabung dalam Satuan Tugas Operasi Aman Nusa II, regu kecil yang dipimpin oleh Ipda Jon Hery, S.Sos., bersama tiga anggotanya---Bripda Ahmad Jaysen, Bripda Muhammad Naufal Abidin, dan Bripda Farchan Ghozi---bergerak menembus garis depan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Medan yang dihadapi jauh dari kata mudah. Akses menuju titik api didominasi lahan gambut basah dan kubangan lumpur pekat yang menenggelamkan kaki hingga selutut. Sambil memanggul selang dan peralatan pemadam berbeban puluhan kilogram, personel harus merayap perlahan, memastikan pasokan air menjangkau bara api yang bersembunyi di bawah permukaan tanah gambut.
Di tengah cuaca terik dan ancaman api yang sewaktu-waktu bisa membesar tertiup angin kencang, koordinasi taktis terus dijaga. Pemadaman di lahan gambut menuntut ketelitian tinggi; permukaan yang tampak padam kerap masih menyimpan bara di lapisan dalam. Tanpa henti, air disemprotkan berulang kali ke titik-titik rawan demi memutus potensi kobaran susulan.
Perjuangan fisik di Cengal menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi masyarakat dari ancaman bencana kabut asap. Bagi Ipda Jon Hery dan timnya, seragam yang berlumur lumpur dan jelaga adalah konsekuensi tugas demi memastikan langit Sumatera Selatan kembali bersih dari kepungan asap.








Mahasiswa yang pingsan saat aksi dibawa menggunakan tandu untuk mendapatkan penanganan medis di RS Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat. (Foto: Dok. Ist)
Berdasarkan pemantauan tim medis, kondisi AF berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan. AF telah sadar dan sudah dapat duduk, sementara petugas tetap memberikan bantuan oksigen, serta melakukan pemantauan terhadap kondisinya.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, dukungan kesehatan merupakan bagian dari pelayanan yang disiapkan selama kegiatan penyampaian pendapat berlangsung. Tim medis disiagakan untuk memberikan pertolongan cepat kepada peserta aksi maupun masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan.
"Kehadiran personel di lapangan bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan. Ketika ada peserta aksi yang membutuhkan pertolongan, tim medis langsung memberikan penanganan dan memastikan yang bersangkutan mendapatkan perawatan yang diperlukan," ujar Kombes Pol Budi.
Polda Metro Jaya terus mengedepankan pelayanan yang humanis selama kegiatan berlangsung, termasuk melalui kesiapsiagaan tim kesehatan, sehingga penyampaian aspirasi dapat berjalan aman dan peserta yang membutuhkan pertolongan dapat segera ditangani.


Jakarta - Polda Metro Jaya menggelar Apel Kebangsaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026) pukul 08.00 WIB.
Apel tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, dan masyarakat sebagai momentum memperkuat persatuan, sinergitas, serta kebersamaan lintas suku dan agama.
[embed]https://youtu.be/vcsixU_-Ckk?si=tKWKQG90vpfjtq6u[/embed]
Sebanyak sekitar 11.000 peserta mengikuti agenda ini, terdiri atas 500 personel TNI, 500 personel Polri, dan 10.000 warga dari berbagai elemen. Mereka berasal dari organisasi kemasyarakatan, komunitas ojek online, buruh, OKP Cipayung Plus, satpam, Pokdar Kamtibmas, pelajar, hingga Saka Bhayangkara.
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa menjaga Jakarta merupakan bagian dari upaya merawat Indonesia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat.
“Menjaga Jakarta berarti menjaga Indonesia. Melalui semangat kebangsaan, kita bangun kekuatan bersama antara unsur pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta persatuan,” ujar Komjen Pol. Asep Edi Suheri.
Pangdam Jaya Letnan Jenderal TNI Deddy Suryadi turut menegaskan bahwa Jakarta memiliki peran penting sebagai wajah Indonesia. Karena itu, stabilitas ibu kota perlu dirawat melalui kerja sama lintas elemen.
“Jakarta adalah wajah Indonesia. Ketika Jakarta aman, Indonesia semakin kuat,” ujar Letjen Deddy Suryadi.
Dalam apel tersebut, elemen masyarakat juga membacakan Deklarasi Jaga Jakarta untuk Indonesia. Deklarasi itu berisi komitmen menjaga ketertiban, menolak provokasi, intoleransi, kekerasan, dan perpecahan, serta memperkuat gotong royong.
Selain deklarasi, acara dirangkaikan dengan bakti sosial berupa pembagian paket sembako dan bakti kesehatan gratis, meliputi pemeriksaan umum, mata, gigi, dan laboratorium.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, Apel Kebangsaan menjadi pengingat bahwa keamanan Jakarta merupakan tanggung jawab bersama.
“Apel Kebangsaan ini menjadi momentum memperkuat persatuan, sinergitas, dan kebersamaan lintas suku maupun agama. Kami mengajak seluruh masyarakat menjaga Jakarta tetap damai dan kondusif,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.
Kombes Pol. Budi Hermanto juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi serta terus merawat kerukunan di lingkungan masing-masing.
“Dengan sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, semangat Jaga Jakarta diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan bersama untuk Indonesia,” tutupnya.





