BNN ungkap laboratorium produksi narkoba milik WN Rusia di Bali

GIANYAR, balipuspanews.com – Pabrik narkoba atau yang akrab disebut Clandestine Laboratorium Narkotika berhasil dibongkar tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Bea Cukai di salah satu villa di Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 01.00 dini hari. Dalam penggerebekan itu, tim mengamankan seorang perempuan asal Rusia berinisial NT,30.
[embed]https://www.youtube.com/watch?v=4cXOzpqs7cI[/embed]
Menurut informasi, penggerebekan itu dipimpin langsung oleh Kombes Pol Lilik Tribhawono. Penggerebekan itu berlangsung dengan pengamanan ketat melibatkan pihak Desa serta Kepala Lingkungan.
Yang menarik, di vila tersebut ditemukan berbagai jenis bahan kimia dan peralatan yang digunakan untuk memproduksi narkotika sintetis. Salah satu temuan utama berupa cairan bahan kimia yang disimpan dalam sejumlah jerigen di kamar NT.
https://beritapolisi.com/bnn-ungkap-laboratorium-produksi-narkoba-milik-wn-rusia-di-bali/?feed_id=6377&_unique_id=69ae08663aa7b
https://beritapolisi.com/bnn-ungkap-laboratorium-produksi-narkoba-milik-wn-rusia-di-bali/?feed_id=6377&_unique_id=69ae08663aa7b https://beritapolisi.com/bnn-ungkap-laboratorium-produksi-narkoba-milik-wn-rusia-di-bali/?feed_id=6377&_unique_id=69ae08663aa7b https://beritapolisi.com/bnn-ungkap-laboratorium-produksi-narkoba-milik-wn-rusia-di-bali/?feed_id=6377&_unique_id=69ae08663aa7b https://beritapolisi.com/bnn-ungkap-laboratorium-produksi-narkoba-milik-wn-rusia-di-bali/?feed_id=6377&_unique_id=69ae08663aa7b https://beritapolisi.com/bnn-ungkap-laboratorium-produksi-narkoba-milik-wn-rusia-di-bali/?feed_id=6377&_unique_id=69ae08663aa7b https://beritapolisi.com/bnn-ungkap-laboratorium-produksi-narkoba-milik-wn-rusia-di-bali/?feed_id=6377&_unique_id=69ae08663aa7b https://beritapolisi.com/bnn-ungkap-laboratorium-produksi-narkoba-milik-wn-rusia-di-bali/?feed_id=6377&_unique_id=69ae08663aa7b




Kegiatan panen raya dan penyebaran ikan di ekosistem pendukung SPPG dilaksanakan oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang didampingi Kapolda di lingkungan Polda Sumatera Selatan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri para Pejabat Utama Mabes dari Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan di wilayah Sumatera Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri bersama rombongan melakukan panen hasil pertanian sekaligus menebar benih ikan di area ekosistem pendukung SPPG Polda Sumsel.
Program ini menjadi salah satu bentuk optimalisasi lahan produktif yang dikelola oleh jajaran Polda Sumsel guna mendukung ketersediaan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Kapolri menyampaikan apresiasi terhadap langkah inovatif yang dilakukan Polda Sumsel dalam memanfaatkan lahan sebagai ekosistem terpadu yang mencakup sektor pertanian dan perikanan.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi contoh bagi satuan wilayah lainnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Melalui kegiatan panen raya dan penyebaran ikan ini, diharapkan sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat serta mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :
Call Center : 110 (Bebas Pulsa)
“KAMI SIAP MELAYANI 24 JAM”
Personel Dit Polairud Polda Sulut Salurkan Bantuan Sosial untuk Masyarakat Pesisir di Tandurusa Bitung . Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Sulawesi Utara melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan berupa sembako kepada masyarakat pesisir di Kelurahan Tandurusa, Kota Bitung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial serta mendekatkan diri dengan masyarakat.
Bantuan diberikan kepada warga pesisir yang membutuhkan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah tersebut. Kehadiran personel Dit Polairud di tengah masyarakat juga menjadi wujud dukungan terhadap kehidupan masyarakat pesisir.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terjalin hubungan yang semakin baik antara aparat dan masyarakat. Pendekatan sosial seperti ini dinilai penting untuk menjaga kebersamaan serta membangun rasa saling percaya di lingkungan masyarakat.
Kegiatan bakti sosial tersebut berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan di wilayah pesisir.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. didampingi Pejabat Utama (PJU) Polresta Banyuwangi menghadiri undangan kegiatan Ngopi Bareng yang diselenggarakan di Rumah Kebangsaan pada hari Kamis, 5 Maret 2026.
[embed]https://www.youtube.com/watch?v=3EM17WN48nk[/embed]
Kegiatan ini merupakan sarana komunikasi dua arah antara kepolisian dan berbagai elemen masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat sinergitas. Melalui forum dialogis yang inklusif ini, Kapolresta Banyuwangi berdiskusi mengenai berbagai upaya dalam menjaga persatuan serta stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Banyuwangi.
Polresta Banyuwangi terus berkomitmen untuk mengedepankan langkah-langkah persuasif dan kolaboratif dalam menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pengamat sosial dan akademisi, Rocky Gerung, menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus pembunuhan gajah di Sumatra yang dilakukan demi mengambil gadingnya. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk keserakahan manusia yang tidak memiliki pembenaran moral maupun rasional.
[embed]https://www.youtube.com/watch?v=FqDtb1RphLg[/embed]
Dalam pernyataan terbarunya, Rocky menegaskan bahwa gading bukanlah kebutuhan dasar manusia. Karena itu, tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan perburuan dan pembunuhan satwa liar hanya untuk kepentingan estetika, koleksi, atau perdagangan ilegal.
"Gading gajah itu bukan kebutuhan dasar manusia. Karena itu, biarlah gading itu tetap tumbuh di tubuh sang gajah," tegasnya.
Menurut Rocky, apa yang telah diberikan alam kepada seekor gajah merupakan hak mutlak hewan tersebut untuk dipertahankan. Ia menyebut praktik perburuan gajah sebagai cermin krisis etika dalam relasi manusia dan alam---di mana eksploitasi sering kali mengalahkan empati dan tanggung jawab ekologis.
Kasus pembunuhan gajah di Sumatra sendiri bukan persoalan baru. Perdagangan gading ilegal masih menjadi ancaman serius bagi kelestarian satwa dilindungi. Selain merusak keseimbangan ekosistem, tindakan tersebut juga mempercepat risiko kepunahan gajah Sumatra yang populasinya terus menurun akibat perburuan dan penyusutan habitat.
Rocky pun mengajak masyarakat untuk melihat persoalan ini bukan sekadar isu konservasi, tetapi juga sebagai ujian moral kolektif. Ia menekankan pentingnya kesadaran bahwa manusia bukanlah pemilik tunggal bumi, melainkan bagian dari ekosistem yang saling bergantung.
"Jika keserakahan terus dibiarkan, maka yang hilang bukan hanya gajah, tetapi juga nurani kita sebagai manusia," ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan satwa liar membutuhkan lebih dari sekadar regulasi. Dibutuhkan perubahan cara pandang---bahwa menjaga kelestarian alam sama artinya dengan menjaga masa depan generasi mendatang.








