Ditpolairud Polda Sulut Gelar Family Gathering di Pantai Walet

Sumber: Dokumentasi Istimewa
BITUNG -Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kebersamaan yang mampu mempererat hubungan antarpersonel. Semangat tersebut ditunjukkan Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara melalui kegiatan Family Gathering di Pantai Walet, Kota Bitung.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Juang Polri. Suasana kebersamaan tampak dalam kegiatan yang mempertemukan personel bersama keluarga dalam nuansa santai dan penuh kekeluargaan.
Pantai Walet dipilih sebagai lokasi kegiatan untuk memberikan ruang bagi personel dan keluarga menikmati suasana kebersamaan di luar rutinitas kedinasan. Momentum tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan membangun kekompakan di lingkungan Ditpolairud Polda Sulut.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk kembali menumbuhkan semangat persatuan dan pengabdian. Nilai tersebut sejalan dengan tugas Polri yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat.
Melalui Family Gathering, semangat kebersamaan diharapkan semakin tumbuh di antara personel. Hubungan yang harmonis di lingkungan kerja maupun keluarga menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian secara optimal.
Selain mempererat hubungan internal, kegiatan tersebut juga mencerminkan semangat Polri yang humanis. Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak selalu harus dalam situasi formal, tetapi dapat diwujudkan melalui interaksi yang hangat, komunikatif, dan penuh kekeluargaan.
Momentum Hari Juang Polri turut memberikan makna tersendiri bagi kegiatan tersebut. Hari Juang Polri menjadi pengingat mengenai perjalanan panjang pengabdian kepolisian kepada bangsa dan negara. Nilai perjuangan tersebut diharapkan terus menjadi motivasi bagi setiap personel untuk menjalankan tugas dengan dedikasi dan integritas.
Kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan Family Gathering juga menjadi bagian dari upaya menjaga soliditas organisasi. Dengan komunikasi dan hubungan yang semakin erat, personel diharapkan mampu bekerja sebagai satu kesatuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.
Di sisi lain, keterlibatan keluarga memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Dukungan keluarga merupakan bagian penting dalam perjalanan pengabdian anggota Polri. Karena itu, kegiatan bersama keluarga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan sekaligus memberikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan.
Suasana Pantai Walet yang terbuka dan penuh nuansa rekreasi semakin mendukung terciptanya interaksi yang lebih cair. Personel dapat berkomunikasi dan membangun kedekatan tanpa sekat kedinasan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan bukan sekadar tentang perayaan, melainkan tentang bagaimana nilai persatuan, gotong royong, dan pengabdian terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ditpolairud Polda Sulut melalui kegiatan ini menunjukkan bahwa membangun institusi kepolisian yang kuat juga membutuhkan kebersamaan di dalamnya. Soliditas personel, dukungan keluarga, serta kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadirkan sosok Polri yang humanis dan dipercaya.
Dengan semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Hari Juang Polri, kebersamaan di Pantai Walet diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi energi baru bagi seluruh personel Ditpolairud Polda Sulut untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.









Mahasiswa yang pingsan saat aksi dibawa menggunakan tandu untuk mendapatkan penanganan medis di RS Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat. (Foto: Dok. Ist)
Berdasarkan pemantauan tim medis, kondisi AF berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan. AF telah sadar dan sudah dapat duduk, sementara petugas tetap memberikan bantuan oksigen, serta melakukan pemantauan terhadap kondisinya.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, dukungan kesehatan merupakan bagian dari pelayanan yang disiapkan selama kegiatan penyampaian pendapat berlangsung. Tim medis disiagakan untuk memberikan pertolongan cepat kepada peserta aksi maupun masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan.
"Kehadiran personel di lapangan bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan. Ketika ada peserta aksi yang membutuhkan pertolongan, tim medis langsung memberikan penanganan dan memastikan yang bersangkutan mendapatkan perawatan yang diperlukan," ujar Kombes Pol Budi.
Polda Metro Jaya terus mengedepankan pelayanan yang humanis selama kegiatan berlangsung, termasuk melalui kesiapsiagaan tim kesehatan, sehingga penyampaian aspirasi dapat berjalan aman dan peserta yang membutuhkan pertolongan dapat segera ditangani.


Jakarta - Polda Metro Jaya menggelar Apel Kebangsaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026) pukul 08.00 WIB.
Apel tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, dan masyarakat sebagai momentum memperkuat persatuan, sinergitas, serta kebersamaan lintas suku dan agama.
[embed]https://youtu.be/vcsixU_-Ckk?si=tKWKQG90vpfjtq6u[/embed]
Sebanyak sekitar 11.000 peserta mengikuti agenda ini, terdiri atas 500 personel TNI, 500 personel Polri, dan 10.000 warga dari berbagai elemen. Mereka berasal dari organisasi kemasyarakatan, komunitas ojek online, buruh, OKP Cipayung Plus, satpam, Pokdar Kamtibmas, pelajar, hingga Saka Bhayangkara.
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa menjaga Jakarta merupakan bagian dari upaya merawat Indonesia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat.
“Menjaga Jakarta berarti menjaga Indonesia. Melalui semangat kebangsaan, kita bangun kekuatan bersama antara unsur pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta persatuan,” ujar Komjen Pol. Asep Edi Suheri.
Pangdam Jaya Letnan Jenderal TNI Deddy Suryadi turut menegaskan bahwa Jakarta memiliki peran penting sebagai wajah Indonesia. Karena itu, stabilitas ibu kota perlu dirawat melalui kerja sama lintas elemen.
“Jakarta adalah wajah Indonesia. Ketika Jakarta aman, Indonesia semakin kuat,” ujar Letjen Deddy Suryadi.
Dalam apel tersebut, elemen masyarakat juga membacakan Deklarasi Jaga Jakarta untuk Indonesia. Deklarasi itu berisi komitmen menjaga ketertiban, menolak provokasi, intoleransi, kekerasan, dan perpecahan, serta memperkuat gotong royong.
Selain deklarasi, acara dirangkaikan dengan bakti sosial berupa pembagian paket sembako dan bakti kesehatan gratis, meliputi pemeriksaan umum, mata, gigi, dan laboratorium.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, Apel Kebangsaan menjadi pengingat bahwa keamanan Jakarta merupakan tanggung jawab bersama.
“Apel Kebangsaan ini menjadi momentum memperkuat persatuan, sinergitas, dan kebersamaan lintas suku maupun agama. Kami mengajak seluruh masyarakat menjaga Jakarta tetap damai dan kondusif,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.
Kombes Pol. Budi Hermanto juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi serta terus merawat kerukunan di lingkungan masing-masing.
“Dengan sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, semangat Jaga Jakarta diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan bersama untuk Indonesia,” tutupnya.





