Polda Metro Jaya Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
JAKARTA – Kepolisian Daerah Metro Jaya menyatakan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus penyiraman cairan yang diduga air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Aparat kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik peristiwa tersebut.
“Kepada seluruh saksi yang mendengar, melihat, mengetahui atau mengalami langsung kejadian ini, kami mohon bantuannya untuk memberikan informasi kepada kami,” katanya.
Polda Metro Jaya juga memastikan perlindungan bagi setiap saksi yang memberikan keterangan dalam proses penyelidikan. Kepolisian menyatakan akan menjalankan penanganan perkara secara profesional, proporsional, dan akuntabel.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan pengusutan tuntas kasus penyiraman terhadap Andrie Yunus.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri saat meninjau situasi di Stasiun Surabaya Gubeng, Minggu.
“Jadi terkait perkembangan penyiraman aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional dan transparan,” kata Listyo Sigit.
Kapolri menjelaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan menggunakan metode scientific crime investigation guna memastikan setiap tahapan penanganan perkara dilakukan secara objektif berdasarkan bukti yang ada.
Ia juga menyebutkan bahwa kepolisian sedang mengumpulkan berbagai informasi terkait peristiwa tersebut untuk dianalisis lebih lanjut.
“Saat ini kami sedang melakukan pengumpulan informasi dan informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu,” katanya.
[embed]https://www.youtube.com/shorts/80fMVAsiaho[/embed]
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan tim penyelidik sedang bekerja secara intensif di lapangan untuk mengumpulkan bukti dan mengidentifikasi pelaku.
“Fokus utama Kepolisian adalah mengungkap identitas serta menangkap pelaku di balik aksi kriminal yang mencederai demokrasi tersebut melalui pendekatan scientific crime investigation,” ujar Budi dikutip dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).
Menurut Budi, Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri telah memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut. Ia menyebutkan bahwa pimpinan kepolisian meminta agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan analisis berbasis sains kriminalitas.
Tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya saat ini menangani proses penyelidikan. Kepolisian juga meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada tim untuk bekerja secara maksimal dalam mengungkap kasus tersebut.
“Mari kita beri ruang kepada tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk bekerja cepat segera mengungkap dan menangkap pelakunya,” katanya.
Selain melakukan penyelidikan, Polda Metro Jaya juga membuka posko pengaduan khusus bagi masyarakat yang ingin melaporkan gangguan atau tindakan kekerasan terhadap aktivis. Posko tersebut berada di lobi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Pihak kepolisian juga menyediakan layanan pelaporan melalui Call Center 110 serta hotline di nomor 0812-8559-9191 yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam.
Budi mengajak masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor kepada pihak kepolisian. Ia menegaskan bahwa identitas pelapor akan dijaga kerahasiaannya.
Baca Juga : Rokhmat Ardiyan: Pertamina Diminta Perkuat Storage BBM demi Ketahanan Energi Nasional





Palembang – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Kapolda Sumsel dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Polri Serentak yang digelar di Halaman Perum Bulog Gudang Sukamaju, Kecamatan Sako, Kota Palembang, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri Kapolda Sumsel beserta jajaran pejabat utama Polda Sumsel, unsur Forkopimda, serta pimpinan instansi terkait.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Staf Ahli Pangdam II/Sriwijaya Kolonel Caj. Kiagus Muhammad Mukhtar A, Asintel Kejati Sumsel Totok Bambang Sapto Dwidjo, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumsel Babel Mersi Windrayani, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Dalam sambutannya, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat menentukan stabilitas kehidupan sosial.
Menurutnya, ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang terjangkau memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolda menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah Polri dilaksanakan secara serentak secara nasional, sementara untuk wilayah Sumatera Selatan dipusatkan di Gudang Bulog Sukamaju Palembang serta dilaksanakan secara bersamaan di 17 kabupaten/kota melalui jajaran Polres dan Polresta.
Pada pelaksanaan tahun 2026, Polda Sumsel menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah di 47 titik lokasi yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan dengan total penyaluran sekitar 135,5 ton beras, yang diperkirakan akan memberikan manfaat langsung kepada sekitar 20.325 masyarakat.
Kapolda menegaskan bahwa program Gerakan Pangan Murah ini akan terus diperkuat dan ditingkatkan pelaksanaannya pada tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Assa’adah Mapolda Sumsel pada Jumat (13/3) hari ini. Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho bersama jajaran personel melaksanakan Shalat Jumat dengan khatib istimewa, Ustaz Abdul Somad (UAS).
Dalam khutbahnya, UAS memberikan pesan spiritual yang mendalam bagi seluruh keluarga besar Polri. Beliau menegaskan bahwa profesi kepolisian merupakan ladang ibadah yang luar biasa jika dijalankan dengan niat ikhlas dan penuh tanggung jawab.
[embed]https://www.youtube.com/watch?v=dJRowZR-GcI[/embed]
"Jabatan adalah amanah. Kekuasaan bukan untuk disalahgunakan, tetapi untuk menegakkan keadilan," tegas Ustaz Abdul Somad dalam khutbahnya.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, pun mengamini bahwa seragam yang dikenakan personel Polri adalah amanah yang harus menjadi sarana pelayanan terbaik bagi masyarakat dan negara.
“Seragam yang kami kenakan adalah amanah. Tugas yang kami jalankan harus menjadi ladang ibadah untuk melayani masyarakat dan negara,” ujar Sandi Nugroho.
Momentum ini menjadi kunci penguatan mental bagi personel menjelang Operasi Ketupat Musi 2026. Penguatan spiritual menjadi kunci penting bagi personel agar tetap profesional, jujur, dan humanis.
Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :
Call Center : 110 (Bebas Pulsa)
"KAMI SIAP MELAYANI 24 JAM"
Dalam program tersebut, Polda Sumsel bersama Perum Bulog dan pemerintah daerah menyalurkan sebanyak 135,5 ton beras kepada sekitar 20.325 warga sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho memimpin langsung kegiatan pemusatan Gerakan Pangan Murah yang berlangsung di halaman Gudang Bulog Sukamaju, Kecamatan Sako, Kota Palembang, Jumat pagi.
Kegiatan ini dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, jajaran Forkopimda, perwakilan Kodam II/Sriwijaya, Kejaksaan Tinggi Sumsel, serta pimpinan Perum Bulog wilayah Sumselbabel.
Kapolda Sumsel menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis nasional yang memiliki hubungan langsung dengan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, keterjangkauan harga bahan pokok menjelang momentum Idul Fitri menjadi faktor penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
[embed]https://www.youtube.com/watch?v=jX8W60a1fq4[/embed]
“Ketahanan pangan tidak hanya menyangkut ketersediaan bahan pokok, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial masyarakat. Karena itu Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau,” ujar Sandi Nugroho.
Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :
Call Center : 110 (Bebas Pulsa)
"KAMI SIAP MELAYANI 24 JAM"
#polripresisi #polriuntukmasyarakat #poldasumsel #humaspolri #kapoldasumsel
@prabowo @gibran_rakabuming @listyosigitprabowo @shandinugroho95 @divisihumaspolri
Polda Jateng Hadirkan Layanan Mudik Terpadu 2026
_Teknologi AI hingga layanan pengangkutan motor gratis disiapkan demi perjalanan mudik yang lebih aman dan nyaman_
Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara Buka Puasa Bersama TNI-Polri. Dalam sambutannya, Jenderal Sigit menekankan pentingnya sinergitas TNI-Polri untuk mengawal kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto di tengah ketidakpastian situasi global.
Acara digelar di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026). Hadir jajaran pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Pertahanan (Mehhan) Sjafrie Sjamsoedin, Ketua Komisi I DPR RI periode 2024-2029 Utut Adianto, Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas dan Reformasi Kepolisian Komjen (Purn) Ahmad Dofiri, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, sejumlah wakil menteri Kabinet Merah Putih hingga jajaran pejabat utama (PJU) Mabes Polri.
Dalam sambutannya, Kapolri memaparkan kondisi global yang tengah memprihatinkan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Ia menyoroti konflik Israel-Amerika dan Iran yang meluas hingga berdampak langsung pada fluktuasi harga minyak dunia.
Jenderal Sigit menyoroti lonjakan harga minyak dunia yang sempat menembus angka di atas USD 110 per barel sebagai dampak serangan terhadap fasilitas energi di kawasan tersebut.
"Jika ini terus dibiarkan tanpa kendali dan harga minyak terus meningkat, kekuatan fiskal kita akan sangat berat menahan subsidi BBM. Imbasnya bisa terjadi lonjakan harga dan inflasi yang mengganggu program pembangunan," ujar Jenderal Sigit.
Menyikapi tantangan tersebut, Kapolri menegaskan bahwa TNI dan Polri memiliki kewajiban konstitusional untuk mengawal program-program kemandirian yang dicanangkan Presiden Prabowo. Mulai dari hilirisasi industri otomotif dan pertahanan, hingga swasembada pangan dan energi terbarukan.
"Pemerintah terus mendorong kemandirian agar kita bisa berdiri di atas kaki sendiri. TNI dan Polri wajib mengawal dan mengamankan program-program tersebut, termasuk menjaga iklim investasi agar tetap kondusif melalui stabilitas keamanan dan politik," tegasnya.
Jenderal Sigit juga memberikan pesan kuat mengenai sejarah panjang bangsa Indonesia yang pernah pecah belah akibat politik devide et impera. Ia mengingatkan bahwa keberagaman bangsa harus dijaga dengan kekompakan TNI-Polri sebagai ujung tombak Sishankamrata.
"Pilihan kita adalah bersatu dalam kebinekaan, atau kita akan terpecah belah dan mengalami kemunduran. Sinergitas, soliditas, dan kekompakan TNI-Polri bersama masyarakat adalah kunci agar kita sanggup melewati masa-masa krisis dan menjaga pertumbuhan ekonomi," imbuh Jenderal Sigit.





