Sunday 12 October 2014

ANALISA PSIKOLOGI TERHADAP PELAKU PEMERKOSAAN



Peristiwa ini terjadi pada saat saya melaksanakan dinas di Polsek Metro Tanjung Priok Jakarta Utara sebagai  Kanit/Resintel dimana peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu tanggal 26 Juli 1998, pukul 23.00 Bbwi di Pangkalan Metro Mini Komplek DKI Sunter Podomoro Kel.Sunter Agung  Kec.Tanjung Priok Jakarta Utara yang dilakukan oleh 7(tujuh) orang laki-laki yang semuanya bekerja sebagai supir dan kernet di Bus Metro Mini. Pemerkosaan tersebut mereka lakukan  terhadap seorang wanita yang mengaku bernama DONNA (bukan nama sebenarnya) yang tidak memiliki tempat tinggal tetap, tidak mempunyai pekerjaan dan hidup secara tidak menentu di Jakarta.

            Analisa Kasus.
-          Adapun peristiwa tersebut berawal dari Sdri DONNA yang baru datang dari Bandung seorang diri dengan tujuan mencari pekerjaan di Jakarta dan sesampainya di Jakarta karena tidak memiliki saudara di Jakarta maka yang bersangkutan menjadi gelandangan yang tidak memiliki tempat tinggal yang tetap sehingga setiap harinya berpindah tempat.
-          Pada hari Minggu tanggal 26 Juli 1998 sekitar pukul 14.00 Sdri.DONNA naik Metromini 29 dengan tujuan tidak jelas karena sudah berputar sekali maka salah satu pelaku (kernet) menayakan tujuan daripada Sdri.DONNA namun Sdri.DONNA mengatakan bahwa dia tidak mempunyai tujuan kemana-mana dan saat itu dia hanya seorang diri dan tidak memiliki saudara di Jakarta.
-          Mengetahui hal tersebut kernet tersebut menyampaikan pada supir bahwa orang tersebut tidak punya tujuan dan belum tahu akan pergi kemana sehingga  mereka sepakat berdua untuk membiarkan saja.
-          Setelah malam  hari saat kenderaan akan kembali kepangkalan Sdri.DONNA masih saja bertahan di dalam kenderaan tersebut, sehingga supir dan kernet menyuruh Sdri.DONNA untuk turun namun hal tersebut ditolak oleh Sdri.DONNA dan bersikeras untuk tidur di Bus Metro Mini tersebut, karena Sdri.DONNA berkata demikian maka Sdri.Donni dibawa sekalian ke pangkalan MetroMini.
-          Setibanya dipangkalan Metromini tersebut yang letaknya ada di  Komplek DKI Sunter Podomoro Kec.Tanjung Priok Jakarta Utara maka Sdri.DONNI dengan Supir dan Kernet tersebut  bertemu dengan teman-temannya yang lain sesama supir yang juga sedang nongkrong di pangkalan tersebut selanjutnya saling berkenalan.
-          Selanjutnya mereka makan bersama di warung dekat pangkalan Metro Mini tersebut dan dilanjutkan dengan ngobrol dan bercanda.
-          Setelah larut malam karena yang lain ingin istirahat maka mereka kernet dengan Sdri.DONNA  tinggal berdua di warung tersebut dan setelah beberapa saat kernet tersebut mengajak Sdr.DONNA untuk istirahat di dalam Bus Metro Mini dan hal tersebut dipenuhi oleh Sdri.DONNA.
-          Di dalam Bus Metro Mini tersebut mulai kernet tersebut merayu Sdri.DONNA untuk melakukan persetubuhan namun ditolak oleh Sdri.DONNA, karena ditolak maka  kernet tersebut keluar dari bus untuk membeli minuman kopi di warung dan menemui rekan-rekannya yang lain yang tidur di lain bus.
-          Setelah mereka sepakat untuk menyetubuhui Sdrti.DONNA maka kernet dan supir terlebih dahulu menemui Sdri.DONNA yang sedang tiduran di dalam bus tersebut dan mereka kembali merayu Sdri.DONNA untuk melakukan hubugan badan, namun tetap di tolak oleh Sdri.DONNA. Merasa kesal terhadap penolakan tersebut maka mereka  erdua mulai memaksa dengan mengancam Sdri.DONNA akan mengusir dia jika tidak bersedia melayani permintaan mereka, karena merasa ketakutan maka Sdri.DONNA terpaksa melayani sang supir dan kernet tersebut,.
-          Selang beberapa lama teman-teman si supir dan kernet yang sudah menunggu di bus yang lain mulai masuk kedalam bus tersebut dan dengan tetap di bawah ancaman Sdri.DONNA dipaksa melayani mereka semua secara bergantian.
-          Setelah selesai melampiaskan nafsunya maka para pelaku pergi meninggalkan Sdri.DONNAsendirian di dalam bus tersebut dan menuju ke warung untuk minim kopi.
-          Pada saat itu mulai timbul niat Sdr.DONNA untuk lari dari tempat tersebut dan pada saat ada kenderaan ojek melewati pangkalan tersebut Sdri.DONNA loncat lewat jendela dan melarikan diri untuk berusaha  meminta tolong namun teriakannya kurang keras sehingga tidak terdengar oleh tukang ojek tersebut.
-          Melihat Sdri.DONNA melarikan diri para pelaku mulai panik dan selanjutnya mengejar Sdri.DONNA namun sekitar 500 meter dari tempat kejadian Sdri.DONNA berusaha menyelamatkan diri denga menyeburkan diri kedalam kali, dan kebetulan sedang lewat anggota hansip yang sedang melaksanakan ronda malam.
-          Mengetahui hal tersebut anggota Hansip yang berjumlah 5 orang tersebut menolong Sdri.DONNA dan berhasil menangkap 2 (dua) dari 7 (tujuh) orang pelaku yang selanjutnya dibawa ke Polsek Metro Tanjung Priok.
-          Menerima laporan tersebut Anggota Yanmas segera menghubungi patroli yang sedang bertugas di lapangan dan kebetulan saya dengan 1 Unit Anggota Reserse sedang melakukan Observasi dilapangan dan setelah menerima berita tersebut melalui HT maka saya dengan tim meluncur ke TKP dan berhasil menangkap seluruh pelaku dan membawa mereka ke Polsk Metro Tanjung Priok. Dari hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi, keterangan korban dan bukti-bukti yang ada di TKP maka dapat disimpulkan telah terjadi Tindak Pidana Pemerkosaan.

Analisa Psikoanalisis 
Dari peristiwa/kejadian tersebut di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa telah terjadi Tindak Pidana Pemerkosaan terhadap seoarng peremuan yang dilakukan sekelompok pemuda yang sebenarnya bukan penjahat dimana mereka memeiliki pekerjaan tetap sebagai kernet dan supir. Perbuatan tersebut juga mereka lakukan secara spontan dan tanpa menyadari telah melakukan suatu perbuatan yang melawan hukum dan dapat dikenai sanksi pidana yang sangat berat.
Mengamati peristiwa tersebut , saya katakan peristiwa karena selain korban mengalami tragedi yang tidak akan terlupakannya juga para pelaku yang tanpa pernah disadarinya dan diimpikannya akan menerima hukuman yang stimpal dengan perbuatannya, dapat kita analisa dari Ilmu Psikologi Sosial tentang hal-hal yang menyebabkan (1) si perempuan tersebut memiliki peluang untuk menjadi korban pemerkosaan (2) si pelaku yang pada dasarnya tidak memiliki “track record” sebagai penjahat sampai dapat melakukan perbuatan tersebut mengingat si korban adalah golongan orang yang seharusnya di tolong.
Berbicara tentang peristiwa tersebut terlebih dahulu kita harus mengetahui apa sebenarnya hakekat dari pada manusia tersebut. Menurut kaum Epicuren, mereka berpendapat bahwa manusia itu bersifat hedonistik, trtarik pada interest dan maunya menang sendiri sehingga manusia itu dikenal sebagai pencari kesenangan. Dari teori ini dapat diketahui bahwa manusia itu akan berusaha melakukan apa saja untuk dapat membuat dirinya menjadi senang dan puas sehingga dalam situasi tertentu lupa dengan hak-hak orang lain dan lupa akan kewajiban mereka yang berakibat pada pelanggaran terhadap hukum yang berlaku. Bentuk kesenangan yang sering dilakukan sering pula harus mengorbankan orang lain seperti yang dikemukakan Sigmund Freud bahwa manusia memiliki dua jenis naluri atau insting yakni insting seksual dan insting ego. Dengan kedua insting ini manusia menjadi memiliki prilaku agresif .
Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan cara berpikir manusia maka dari penelitian yang dilakukannya  oleh Clark Hull mengajukan konsep dorongan yang mana dorongan tersebut mengenergikan manusia untuk berprilaku agresif. Dorongan yang timbul dari dalam diri manusia itu sendiri untuk berprilaku agresif juga didukung oleh Doktrin Hedonisme yang menyebutkan manusia  sebagai pencari keuntungan akan selalu berusaha agar dapat memperoleh sesuatu jika  ada peluang untuk yang dianggapnya menguntungkan akan segera melaksanakannya.
Dari prilaku yang ditunjukkan para tersangka walaupun secara bersama-sama dan dengan cara bergantian melakukan persetubuhan dengan korban tersebut maka belum tentu ide/gagasan  untuk melakukan hal tersebut merupakan ide mereka secara bersama-sama akan tetapi pasti ada orang yang memulai memunculkan ide tersebut yang selanjutnya mengaja teman-temannya yang lain untuk malakukannya. Mendengar hal tersebut tersangka yang lain yang menerima/mendengar ide tersebut mulai mengolah ide tersebut dalam pikiran mereka masing-masing dan selanjutnya membuat suatu kesimpulan. Mengetahui hal tersebut merupakan sesuatu yang menyenangkan maka timbullah suatu dorongan internal yang melahirkan prilaku agresif pada diri mereka.
            Bagaimana hal tersebut terjadi sehingga manusia dapat berprilaku demikian? M.Sheriff & CW.Sherif mengemukakan teori motivasi yang menjelaskan bahwa prilaku manusia bersumber dari faktor internal yang didasari oleh suatu kebutuhab dari masing-masing fungsi organisme, seperti keinginan untuk melakukan hubungan seksual. Berdasarkan dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa motif terbagi atas dua jenis yakni Motif Biogenik dan Motif Sosiogenik. Disebutkan bahwa dari pengalaman manusia tentang hal yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan akan meningkatkan Ego dala diri manusia. Jika hal tersebut tidak dapat diimbangi oleh Super Ego maka prilaku agresif tersebut menjadi tidak balance.
Para tersangka yang rata-rata berusia menanjak dewasa menurut hasil pemeriksaan penyidik, bahwa mereka sudah mempunyai pengalaman seksual lawan jenisnya sehingga dengan adanya tawaran ataupun pancingan dari salah satu temannya maka langsung timbul naluri/insting untuk melakukan hubungan seks.
Ditambah pila dengan kesempatan dan ajakan/pengaruh  dari teman  tersebut semakin memungkinkan untuk mewujudkan  diwujudkan.
            Pengaruh lingkungan yang saat ini sangat begitu mudah menemukan hal-hal yang berbau pornografi juga sangat berperan dalam melahirkan dorongan internal untuk berprilaku agresif.. Dari hasil penelitian Court (1985) menemukan bahwa bahwa frekwensi pemerkosaan menjadi meningkat akibat dari pengaruh hal-hal yang berbau pornografi tersebut dimana manusia menjadi seakan kehilangan moralnya pada saat terpancing oleh nafsu birahinya. Keadaan ini sangat mempengaruhi pertimbangan psikologi manusia ditambah lagi dengan penyiaran televisi/film yang bersifat porno.
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Belson (1978) dengan analisis faktornya membuktikan bahwa Film/TV yang berbau porno mempengaruhi tingkat agrevitas anak laki-laki. Pernyataan tersebut didukung lagi dengan hasil  penelitian yang dilakukan oleh Eron & Huesman (1985). Dengan studi jangka panjang dia membuktikan bahwa anak-anak yang sering menonton film tentang kekerasan cenderung lebih menyukai kekerasan di banding dengan yang tidak. Saat ini tidak sulit bagi anak-anak untuk menemukan atau untuk menonton film porno.
            Pengaruh kelompok juga sangat berperan terhadap prilaku agresif dimana pengaruh kelompok itu dapat menurunkan kendali moral orang tersebut. Orang yang tadinya ragu-ragu atau takut unruk melakukan sesuatu, dengan adanya dorongan/ajakan dari kelompoknya menjadi berani dan ikut-ikutan untuk melakukannya. Tersangka yang tadinya mau istirahat untuk persiapan bekerja esok harinya menjadi terpengaruh setelah menerima ajakan dari orang lain yang pada akhirnya lebih mengutamakan tujuan kelompoknya daripada tujuan pribadinya. Dalam kondisi tersebut seseorang yang terpengaruh akan mengalami kerancuan tanggung jawab artinya ia tidak merasa bertanggung jawab karena dilakukan secara bersama-sama.
            Pengaruh keperibadian juga sangat berpengaruh terhadap prilaku agresif, berdasarkan Teori Sifat (Trait) manusia dibagi dalam dua type yakni Type A adalah manusia yang bersifat kompetitif, selalu buru-buru, ambisius dan sebagainya, sedangkan Type B adalah manusia yang memiliki sifat ambisi yang tidak terlalu tinggi, tidak buru-buru, tidak cepat tersinggung dan sebagainya. Berdasarkan teori ini orang Type A lebih agresif dibanding sehingga orang yang bertype A jika dihadapkan pada situasi tertentu dengan adanya stimulus dari teman atau kelompoknya akan lebih cepat bereaksi.
Dari penelitian yang dilakukan oleh Harder & Lewis (1986) mengemukakan bahwa orang yang pemalu karena adanya pengaruh atau paksaan dari teman atau kelompoknya akhirnya menjadi berani unatuk berkenalan dengan teman laki atau teman perempuannya. Demikian juga para tersangka, mungkin pada awalnya tidak berani melakukan hal tersebut bahkan mungkin melarang akhirnya menjadi mau dan berani setelah adanya desakan dari kelompoknya.
        

0 comments:

Post a Comment